Jumat, 09 September 2011

Tugas Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum


PERAN DAN FUNGSI GURU DALAM PEMBELAJARAN MENURUT KTSP

A.       PENDAHULUAN
Proses pembelajaran merupakan suatu sistem yang berintikan interaksi antara setiap komponen yang membentuk system tersebut. Salah satu interaksi yang terjadi adalah antara pendidik (guru) dengan peserta didik (siswa). Interaksi tersebut bertujuan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Jadi, pendidik, peserta didik, dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama dalam pendidikan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya.
Ketiga komponen utama dalam pendidikan membentuk suatu segitiga sehingga tercipta hakikat pendidikan. Dalam sistuasi tertentu, tugas seorang guru dapat diwakilkan atau dibantu oleh unsur lain seperti media teknologi, akan tetapi tidak dapat digantikan. Mendidik adalah pekerjaan professional, oleh karena itu guru sebagai pelaku utama pendidikan merupakan pendidik professional. Kemudian, sebagai pendidik professional, guru juga dituntut untuk memiliki pengetahuan dan kemampuan professional.

B.       PERMASALAHAN
Pencapaian standar proses untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dapat dimulai dengan menaganalisis setiap komponen yang dapat membentuk dan mempengaruhi proses pembelajaran. Salah satu dari komponen tersebut adalah pendidik, dalam hal ini adalah guru. Selama ini komponen guru merupakan komponen yang dianggap sangat mempengaruhi proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan, guru merupakan ujung tombak yang berhubungan langsung dengan siswa sebagai subjek dan objek belajar. Kurikulum yang bagus dan sarana prasarana yang lengkap tetap harus diimbangi dengan kemampuan guru dalam mengimplementasikannya. Oleh sebab itu, untuk mencapai standar proses pendidikan, sebaiknya dimulai dari menganalisis komponen guru.
Telah disinggung di atas, bahwa selain dituntut untuk melaksanakan tugasnya secara professional, guru juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan professional. Selain itu, mendidik harus dilandasi oleh sikap dan keyakinan sebagai pengabdian pada nusa, bangsa, dan kemanusiaan, untuk mencerdaskan bangsa, untuk melahirkan generasi pembangunan, atau generasi penerusyang lebih andal, dan sebagainya. Akan tetapi, tidak sedikit pula guru yang mendidik hanya didorong oleh kebutuhan memperoleh nafkah, alhasil guru-guru tersebut bekerja ala kadarnya, bekerja secara mekanistis, dan formalitas semata. Sebaiknya seorang pendidik juga mempunyai idealisma yang akan menumbuhkan rasa cinta terhadap profesinya, terhadap pekerjaan mendidik, terhadap para siswanya, dan sebagainya. Dengan dasar rasa cinta tersebut, guru akan berbuat yang terbaik bagi siswanya dan bagi pendidikan.
Dari penjelasan di atas, maka diperlukan informasi lebih lanjut mengenai fungsi dan peran guru dalam pembelajaran. Hal ini bertujuan agar para guru hendaknya lebih memahami bagaimana fungsi dan peran profesi guru dalam pembelajaran. Sehingga ke depan, dapat menumbuhkan idealisme dan meningkatkan mutu pembelajaran.

C.       TINJAUAN TEORITIS
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1980) merumuskan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru dan mengelompokkannya dalam tiga dimensi umum kemampuan, yaitu:
1.      Kemampuan professional, yang mencakup:
a.       Penguasaan materi pelajaran, mencakup bahan yang akan diajarkan dan dasar keilmuan dari bahan pelajaran tersebut.
b.      Penguasaan landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan.
c.       Penguasaan proses kependidikan, keguruan dan pembelajaran siswa.
2.      Kemampuan sosial, yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan tuntutan kerja dan lingkungan sekitar.
3.      Kemampuan personal yang mencakup:
a.       Penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru, dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan.
b.      Pemahaman, penghayatan, dan penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dimiliki guru
c.       Penampilan upaya untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan teladan bagi para siswanya.

Berdasarkan penjelasan mengenai kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru di atas, terlihat bahwa tugas mendidik tidaklah mudah. Seorang guru harus menjadi sosok ideal yang memiliki berbagai kemampuan. Hal ini dikarenakan pribadi guru dianggap sebagai model atau panutan yang harus di-gugu dan di-tiru. Dengan demikian diperlukan optimalisasi terhadap peran guru terutama dalam proses pembelajaran.
Seorang guru dapat menjadi sumber belajar (learning resources) bagi para siswanya, peran ini mungkin dapat diwakilkan oleh berbagai sumber belajar yang lain, misalnya internet dan buku-buku. Akan tetapi, sekalipun berbagai teknologi canggih dapat digunakan sumber belajar oleh siswa, namun peran seorang guru tetaplah sangat penting dan tidak dapat digantikan.
Berikut ini dijelaskan berbagai peran guru dalam proses pembelajaran (Wina, 2010).
1.      Guru Sebagai Sumber Belajar
Peran guru sebagai sumber belajar berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran. Sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran, hendaknya guru melakukan hal-hal sebagai berikut:
a.       Memiliki bahan referensi yang lebih banyak daripada siswa.
b.      Menunjukkan sumber belajar yang dapat dipelajari oleh siswa yang biasanya memiliki kecepatan belajar di atas rata-rata siswa yang lain.
c.       Melakukan pemetaan tentang materi pembelajaran, misalnya dengan menentukan mana yang merupakan materi inti (core), yang wajib dipelajari siswa, mana yang materi tambahan, mana materi yang harus diingat kembali, dan sebagainya.

2.      Guru Sebagai Fasilitator
Sebagai fasilitator, guru berperan dalam memberikan pelayanan untuk memudahkan para siswanya dalam kegiatan pembelajaran. Agar dapat melaksanakan peran sebagai fasilitator dengan baik, ada beberapa hal yang patut dipahami, khususnya hal-hal yang berkaitan dengan pemanfaatan berbagai media dan sumber pembelajaran:
a.       Memahami berbagai jenis media dan sumber belajar beserta fungsi masing-masing media tersebut.
b.      Memiliki keterampilan dalam merancang suatu media.
c.       Mampu mengorganisasikan berbagai jenis media serta dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar.
d.      Memiliki kemampuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa.

3.      Guru Sebagai Pengelola
Sebagai pengelola pembelajaran (learning manager), guru berperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara nyaman. Melalui pengelolaan kelas yang baik guru dapat menjaga kelas agar tetap kondusif untuk terjadinya proses pembelajaran yang nyaman bagi seluruh siswa.
Dalam hubungannya dengan pengelolaan pembelajaran, Alvin C. Eurich dalam Wina (2010), menjelaskan prinsip-prinsip belajar yang harus diperhatikan guru, yaitu sebagai berikut:
a.       Siswa harus mempelajari sendiri hal-hal yang harus mereka pelajari.
b.      Setiap siswa yang belajar memiliki kecepatan masing-masing.
c.       Seorang siswa akan belajar lebih banyak apabila setiap selesai melaksanakan tahapan kegiatan diberikan reinforcement.
d.      Penguasaan secara penuh dari setiap langkah memungkinkan belajar secara keseluruhan lebih berarti.
e.       Apabila siswa diberi tanggungjawab, maka ia akan lebih termotivasi untuk belajar.

Sebagai manajer pembelajaran, guru memiliki 4 fungsi umum, yaitu:
a.       Merencanakan tujuan belajar
b.      Mengorganisasikan berbagai sumber belajar untuk mewujudkan tujuan belajar
c.       Memimpin, yang meliputi motivasi, mendorong dan menstimulasi siswa.
d.      Mengawasi segala sesuatu, apakah sudah berfungsi sebagaimana mestinya atau belum dalam rangka pencapaian tujuan.
4.      Guru Sebagai Demonstrator
Peran guru sebagai demonstrator, adalah peran untuk mempertunjukkan kepada siswa segala sesuatu yang dapat membuat siswa lebih mengerti dan memahami setiap pesan yang disampaikan. Ada 2 konteks guru sebagai demonstrator. Pertama, sebagai demonstrator berarti guru harus menunjukkan sikap-sikap yang terpuji. Kedua, sebagai demonstrator guru harus dapat menunjukkan bagaimana caranya agar setiap materi pelajaran dapat lebih dipahami dan dihayati oleh siswa.

5.      Guru Sebagai Pembimbing
Karena setiap siswa itu berbeda, maka guru dituntut untuk membimbing siswa. Membimbing siswa agar dapat menemukan berbagai potensi yang dimilikinya sebagai bekal hidup mereka; membimbing siswa agar dapat mencapai dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan mereka, sehingga dengan ketercapaian itu ia dapat tumbuh dan berkembang sebagai manusia ideal yang menjadi harapan setiap orang tua dan masyarakat.
            Agar guru dapat berperan sebagai pembimbing yang baik, ada 2 hal yang harus diperhatikan, yaitu: (1) guru harus memiliki pemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya, (2) guru harus memahami dan terampil dalam merencanakan, baik tujuan dan kompetensi yang hendak dicapai maupun merencanakan proses pembelajaran.


6.      Guru Sebagai Motivator
Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal, guru dituntut kreatif membangkitkan motivasi belajar siswa. Berikut ini dikemukakan beberapa petunjuk:
a.       Memperjelas tujuan yang ingin dicapai
b.      Membangkitkan minat siswa, dengan cara: (a) menghubungkan bahan pelajaran dengan kebutuhan siswa, (b) menyesuaikan materi dengan tingkat pengalaman dan kemampuan siswa, (c) menggunakan model dan stratefi pembelajaran secara bervariasi.
c.       Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan
d.      Memberikan pujian yang wajar terhadap keberhasilan siswa
e.       Memberikan penilaian
f.       Memberikan komentar terhadap hasil pekerjaan siswa
g.       Menciptakan persaingan dan kerjasama

7.      Guru Sebagai Evaluator
Sebagai evaluator guru berperan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang keberhasilan pembelajaran yang dilakukan. Terdapat dua fungsi guru dalam memerankan perannya sebagai evaluator. Pertama, untuk menentukan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan atau menentukan keberhasilan siswa dalam menyerap materi kurikulum. Kedua, untuk menentukan keberhasilan guru dalam melaksanakan seluruh kegiatan yang telah diprogramkan.


D.       JAWABAN
Agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara maksimal, maka diperlukan pemahaman oleh komponen guru terhadap apa yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya dalam pendidikan. Tidak hanya itu, guru juga dituntut untuk memiliki kompetensi yang menunjang profesionalitas profesi keguruannya, mulai dari kemampuan personal, pedagogi, hingga kemampuan sosial.
Seorang guru harus mampu memainkan ketujuh perannya secara maksimal sebagai sumber belajar, fasilitator, pengelola, demonstrator, pembimbing, motivator, dan evaluator. Hal ini berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas pembelajaran. Jadi, jika seorang guru ingin dikatakan sebagai guru professional, maka ia harus benar-benar menguasai kemampuan professional guru dan mampu memainkan peran dan fungsi guru secara baik pula.

E.        KESIMPULAN
Guru disebut sebagai komponen yang dianggap sangat mempengaruhi proses pembelajaran. Hal ini disebabkan karena guru berinteraksi secara langsung dengan siswa selama proses pembelajaran yang terjadi.
Dalam interaksi tersebut, guru perlu memahami dengan baik peran dan fungsi profesi keguruannya. Agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Terdapat 7 peran dan fungsi guru yang perlu dioptimalisasikan, yaitu meliputi peran guru sebagai sumber belajar, peran guru sebagai fasilitator, peran guru sebagai pengelola, peran guru sebagai demonstrator, peran guru sebagai pembimbing, peran guru sebagai motivator, dan peran guru sebagai evaluator. Guru yang professional adalah guru yang mampu memainkan ketujuh peran tersebut sekaligus secara maksimal, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai seperti apa yang diharapkan


REFERENSI

Wina Sanjaya. 2010. Kurikulum dan Pembelajaran Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Edisi Pertama Cetakan Ketiga. Jakarta: Kencana.
Nana Syaodih Sukmadinata. 2002. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik Cetakan Kelima. Bandung: Remaja Rosdakarya.

2 komentar:

  1. wahh...tulisannya bermanfaat untuk tugas kuliahku, trims yah....

    BalasHapus
  2. tq pak, tp kan ini dah lewat...

    BalasHapus